Itu tidak berlangsung lama karena aku hanya menyukai senyum nya. Tidak lama dia putus dgn sahabatku. Dia sangat terpuruk dan sedih. Aku, aku berada ditambang putus dan tidak. Kami sering bercerita tentang bola tentang hubungan kami masing2 aku tidak merasakan apa2 tapi yg pasti dia adalah temanku yang paling berharga
Tidak lama kami jadian, entah bagaimana bisa. Mungkin karena kesamaan nasib (dicampakkan). Kami sangat senang kebab. Kebab adalah tempat favorit kami. Kami bisa berebutan makan kebab karena kami Cuman beli satu kebab. Kami berebutan memakan bagian yang banyak dagingnya dan aku akan ngambek jika bagian itu dia makan.
Dia punya rambut yang aneh klo panjang bukannya keatas malah jatuh ke mata. Dia selalu memasang wajah galak dan tidak bersahabat tapi coba saja tersenyum dengannya, dia akan menampilkan senyum itu. Senyum yang menurutku manis. Tingginya beda tipis denganku mungkin hanya 168cm dengan berat yang sangat tidak proporsional. Dia gendut dan buncit ditambah pantat yg diatas wajar. Kami selalu memperdebatkan perutnya yang buncit dan dia selalu tidak mau kalah dan mengatakan perut ku lebih buncit. Tapi sebenarnya kegemukan aku ini karena dia yang selalu mengajak makan dan aku yg ngajak makan tp dia mau2 aja jadilah berat ku bertambah 10kg
Dia orang yang baik,frontal,blak2an, dan emosian. Sebenarnya sifatnya lebih dari itu, tapi itu sifat yang paling bisa aku tangkap dari dirinya.
Kami sering berbeda pendapat karena suatu hal, kami berdebat tapi selalu berakhir dengan dia meminta maaf. Itu sering terjadi sampai aku tidak enak hati terus menyakiti Dia.
Dia selalu menggombal. Selalu. Memang dasarnya mantan playboy dia suka merayu! Tapi aku yg emang tidak peka kadang tidak sadar klo sedang dirayu seringnya aku mengeluarkan komentar asal.
Dia taat beribadah dan sangat menyayangi keluarga nya. Dia akan melakukan apapun untuk menyenangkan hati mama dan ayahnya serta Nini nya . Tapi dia tidak bisa memahami adiknya. Dia selalu marah kalo adiknya punya pacar-_-
Dia punya tempramen yang buruk. Dia cepat sekali marah. Walaupun aku tidak salah, kalo dia badmood coba saja ajak ngomong kamu akan dipandang dengan muka galak dan ucapan kasarnya. Dia sering marah2 ke aku karena berteman dgn banyak cowok. Dan aku tidak suka. Aku masih sebatas pacarnya dan aku bukan istrinya . Bayangkan saja jika aku sudah menjadi istrinya mungkin aku akan dipingit di rumah. Dan itu menyebalkan
Semakin lama menjalani hubungan dengannya, aku semakin tidak memahaminya. Dia semakin egois dan semakin tidak mau mendengarkan ku. Dia sibuk dengan dunianya dan hanya perlu aku di saat dia butuh. Itu sering terjadi sampai aku lelah...
Bisakah rasa sayang itu memudar?
Aku merasakan berbeda aku tidak lg merasakan ada kupu2 dlm perutku saat aku bertatapan dengannya. Aku tidak lagi merasa senyumnya seperti biasanya aku merasa senyum itu dia buat agar aku tidak marah padanya.
Sungguh aku benci perasaan ini, aku merasa tidak bisa kembali lagi seperti dulu. Aku merasa tidak enak menyakiti dia tapi aku merasa sakit juga jika terus bertahan.
Aku sudah memberikan kesempatan untuknya, tapi dia menyia2kannya. Aku tidak bisa lagi memberi dia kesempatan karena pada dasarnya aku bukan orang yang mudah percaya
Aku memang pernah menyayanginya lebih dari sahabat. Tapi rasa itu entah menguap kemana. Aku ingin mengembalikannya tetap tidak bisa. Aku mencoba mengingat hal manis yang dia lakukan tapi tetap saja itu sebatas kenangan manis karena rasa aku sudah berbeda.
Aku sungguh tidak ingin menyakiti nya tapi aku benar2 tidak sanggup jika harus bertahan.